teguh-karya3Lahir 22 September 1937 di Pandeglang, Jawa Barat. Pada 1961, menyelesaikan studinya di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dalam bidang seni laku, penyutradaraan dan penata artistik. Dia sempat mengikuti kuliah di East West Center, University of Hawaii, 1961, sebelum akhirnya pulang dan bekerja sebagai manajer panggung di Hotel Indonesia (1961-1972). Sempat pula dia mengajar di almamater-nya, ATNI, dan menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta, untuk masa bhakti 1968-1972.

Karir di dunia film, dia mulai saat melakukan tugas praktek penulisan skenario film-film semi dokumenter pada Perusahaan Film Negara (kini PPFN). Dia pernah bekerja pada sutradara D. Djajakusuma, Nyak Abbas Acup, Misbach Yusa Biran, Wim Umboh dan Asrul Sani, baik sebagai penata artistik, pemain maupun asisten sutradara. Tapi dia sendiri mengaku, mempelajari sinematografi secara autodidak.

Bersama kelompok TEATER POPULER, yang didirikan pada 1968 dan tetap dikembangkannya hingga kini, dia menerima Anugrah Seni Pemerintah (1969) atas prestasinya dalam seni drama.

Di dunia film, Teguh Karya nyaris identik dengan Piala Citra, karena hampir semua filmnya meraih penghargaan tertinggi dunia perfilman itu untuk berbagai bidang. Piala Citra untuk Penyutradaraan, dia raih pada 1974,1975, 1979, 1983, 1986 dan 1989. Pada 1989, ia menjabat sebagai Ketua Kelompok Sutradara dari KFT (Karyawan Film & Teve). Dan pada periode 1989-1990, ia duduk di keanggotaan Dewan Film Nasional.

Film-film yang disutradarainya, antara lain; Wajah Seorang Laki-laki (1971), Cinta Pertama (1973), Ranjang Pengantin (1974), Kawin Lari (1975), Perkawinan Dalam Semusim (1976), Badai Pasti Berlalu (1977), November 1828 (1979), Usia 18 (1980), Doea Tanda Mata (1985), Ibunda (1986), dan Pacar Ketinggalan Kereta (1989). Di layar teve, dia juga sempat menggegerkan pirsawan dengan karya sinetron yang berjudul Pulang (1988) dan Arak-arakan (1992).

 

↑ BACK TO THE TOP ↑